<label>hey aku disini show_detail</label><?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="115">
<titleInfo>
<title>Analisis Repeatability Alat LWD (Light Weigh Deflectometer) Pusjatan</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sindy Agisriani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pengujian kekuatan struktural dibutuhkan dalam mengevaluasi suatu ruas jalan existing. Pada umumnya alat FWD digunakan untuk pengumpulan data. Untuk kondisi Indonesia FWD ini jumlahnya masih terbatas dan pada umumnya berada di Pulau Jawa. Alternatif yang bisa digunakan ialah dengan alat LWD.  Alat LWD ini sama seperti alat FWD tetapi dioperasikan secara manual dan beban yang digunakan lebih rendah dibandingkan dengan alat FWD. Pusjatan telah mengembangkan alat LWD dan memiliki perbedaan dengan LWD pada  umumnya. Perbedaan ini diantara lain tidak menggunakan load cell dan besarnya beban didapat dari hasil kalibrasi laboratorium. Studi ini melihat kemungkinan penggunaan alat LWD Pusjatan dalam mengevaluasi perkerasan lentur untuk lalu lintas sedang s.d rendah sehingga nantinya bisa digunakan untuk perencanaan terutama pada daerah-daerah diluar Pulau Jawa yang tidak mempunyai FWD. Alat ini cukup praktis karena hanya 2 orang operator dalam pengoperasiannya. Selain itu juga lebih cepat karena hasil pengukuran langsung didapat sesaat setelah pengujian dilakukan. Parameter utama yang digunakan dalam studi ini adalah repeatibility. Ruas jalan yang digunakan terletak di area Pusjatan dan diasumsikan sebagai jalan dengan lalu lintas s.d rendah. Terlihat dari hasil analisis bahwa jika repeatibility pada alat uji LWD Pusjatan yang dihasilkan kurang dari 1%, maka alat tersebut dapat dijadikan alternatif pengganti alat uji LWD standar untuk evaluasi jalan- jalan lentur dengan lalu lintas sedang s.d rendah.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository Fakultas Teknik Sistem Repository Elektronik Skripsi dan Penelitian Dosen Fakultas Teknik</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TIF-2019-029</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>005 AGI a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="108" url="" path="/Cover s.d Bab II - Sindy Agisriani.pdf" mimetype="application/pdf">Analisis Repeatability Alat LWD (Light Weigh Deflectometer) Pusjatan</slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image>1._Cover_-_Sindy_Agisriani.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>115</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-29 19:29:26</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-29 19:35:19</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>