<label>hey aku disini show_detail</label><?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1246">
<titleInfo>
<title>Perancangan Tata Letak Gudang Distribusi Infrastruktur Perhubungan Pt. Pindad Menggunakan Metode Shared Storage</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher>Universitas Langlangbuana</publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Permasalahan dalam pengaturan tata letak gudang sering terjadi dalam industri manufaktur. Ketidakaturan ini dapat menyulitkan operasional proses keluar masuk barang dan tidak mempertimbangkan kapasitas gudang. Penelitian ini fokus pada gudang distribusi dan siap kirim di PT. PINDAD, divisi Infrastruktur Perhubungan (IP), yang menyimpan enam produk: Base Plate, Paku Tripod, Shoulder, Railpad, Insulator, Railpad, dan Bucket Tooth. Produk disimpan di pallet berukuran 110x110 cm dengan luas gudang 1120 m². Pengamatan menunjukkan ketidakteraturan dalam penyusunan produk, menghambat efektivitas operasional dan proses perpindahan barang. Permasalahan melibatkan penyusunan produk yang tidak teratur, allowance forklift yang terlalu melebar, dan gang-gang yang tidak sesuai dengan ukuran material handling. Penempatan produk juga tidak tepat, menyulitkan proses pengiriman terutama pada barang dengan frekuensi pengiriman tertinggi. Solusi untuk permasalahan ini adalah menerapkan metode Shared Storage dengan prinsip FIFO (First In First Out). Barang yang cepat dikirim ditempatkan pada area penyimpanan terdekat dengan pintu masuk-keluar (I/O). Metode ini dianggap sebagai solusi untuk mempercepat pemindahan barang, terutama pada produk dengan waktu pengiriman yang berbeda. Implementasi Shared Storage diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan manajemen gudang, mengurangi kerugian perusahaan, dan meminimalisir biaya operasional</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository Fakultas Teknik Sistem Repository Elektronik Skripsi dan Penelitian Dosen Fakultas Teknik</physicalLocation>
<shelfLocator>2024	658	FAL</shelfLocator>
</location>
<slims:image>01._Cover_-_41155010170012_-Sandy_Bayu_Karima_Falah.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1246</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-23 13:24:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-23 13:24:40</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>